Beberapa bulan menjelang Ulang tahun anakku Khansa yang Ke -1, tepatnya sekitar bulan Mei 2014, jiwa ku sebagai bunda benar - benar di uji.
Saat itu aku masih berstatus sebagai Karyawati Outsourching di Salah Satu Bank Swasta Asing di Jakarta, alhamdulillah semenjak menikah suami tidak pernah membatasi kegiatan ku untuk bekerja begitupun setelah kami memiliki anak karena semenjak aku kuliah dulu, aku bekerja sambil kuliah.
walaupun masih karyawan Outsourching aku enggan meninggalkan pekerjaan ku karena sejak kuliah aku sudah bekerja di Bank, alhamdulillah secara materi , aku bersyukur karena Allah memberi cukup.
Tetapi apakah kesenangan duniawi cukup membuat ku bahagia ? tentu tidak :)
Semenjak aku dipindah bagian ke bagian Back Office aku sering lembur pulang malam, bahkan hari sabtu pun terkadang masih ada lembur. Suami ku yang sering berkorban untuk meluangkan waktu buat Khansa.
Alhamdulillah aku masih punya orang tua yang masih sehat dan bisa membantu ku dan suami untuk menjaga dan mengasuh Khansa dirumah, aku dan suami belum terlalu percaya dengan pengasuh oleh karena itu aku memutuskan untuk tinggal dirumah orang tua ku agar pengasuh Khansa bisa diawasi..
Jum'at malam di bulan juni setelah aku pulang kerja di jemput oleh suami, aku melihat sosok mengil ( panggilan kesayangan untuk khansa ) sudah tertidur pulas..Setelah berberes diri, langsung aku cium - cium anakku.
Tengah malam aku terbangun dan melihat suami ku sedang sibuk dengan kompresan dan Thermometer, ternyata suhu badannya Khansa tinggi, panasnya sudah mencapai 39 derajat.
Keesokan harinya hari Sabtu, aku dan suami membawa anakku ke RS tempat dia aku lahirkan, dokter yang biasa menangani anak kami sejak lahir tidak ada jadwal praktek di hari sabtu, hanya senin sd jum'at. Khansa ditangani oleh dokter specialis anak lainnya, beliau menawarkan agar khansa diberi obat penurun panas melalui anus, aku sempat menolak dengan alasan nggak tega .... :(
akhirnya kami pulang dan diberi resep yang kami tebus di apotek RS.
Sabtu malam, panasnya nggak turun - turun akhirnya aku bawa ke dokter specialis ( beliau dokter senior langganan saudaraku ) terdekat dari rumah di kawasan Tebet juga, diantar oleh mamahku, saudaraku dan anaknya.
Suhu panas khansa semakin tinggi karena mencapai 41 derajat, aku benar - benar lemas tahu itu. Dokter Hartati ( namanya kalau aku tidak salah ) memberi aku dan suami ku resep untuk ditebus tetapi sebelum kami meninggalkan rumahnya dokter tersebut, beliau menghimbau kami agar waspada terhadap DBD.
deggg !!! ketakutanku menjadi -jadi...
Aku dan suami menebus resep tersebut namun beberapa Apotek besar sedang kosong ( ternyata obat tersebut racikan ), setelah berkeliling wilayah Tebet akhirnya kami memutuskan untuk mendatangi Apotek RS TEBET..alhamdulillah disana tersedia Obat yang kami cari...
Setelah jam 09.00 malam Khansa minum obat dan dia tertidur, panasnya mulai menurun, aku dan suami sangat bersyukur... Tetapi sekitar jam 03.00 dini hari panasnya kembali ke 40 derajat, aku dan suami berusaha tenang dan tidak panik...
Minggu pagi diantar oleh orang tuaku serta adikku, aku dan suami kembali mendatangi RS tempat anakku lahir, disana kami berjumpa dengan dokter jaga...
Setelah ditangani Khansa suhu badannya kembali ke 38 derajat, dokter memutuskan bahwa Khansa di bawa pulang, jika panasnya belum turun dihari ke 3, maka harus cek darah..
Dan kami pun pulang kerumah dengan hati was - was dan takut :(
Minggu pagi suhu panasnya Khansa adalah panas di hari ke 2 ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar