Sabtu, 18 April 2015

Usaha Modal Kecil berawal dari Kamar rumah


Alhamdulillah, Allah membukakan celah rezeki ^_^

Niat !! Nekat..!! tekad !! Semangat !!

Berawal dari suami mengajak ke sebuah seminar, saya tertarik pada saat pembicaranya membawakan tema kewirausahaan, aku berfikir untuk mencobanya dan biaya yang harus aku keluarkan terjangkau. Dengan menggunakan uang gaji ku sebagai freelance tersebut aku gunakan untuk mendaftar sebagai Sub Agen dari sebuah travel Agen besar. Dengan perlengkapan komputer serta printer dirumah dan juga koneksi internet, aku mencoba untuk memasarkan produk travel kepada teman dan saudara.
Aku belajar lebih jauh tentang travel agen, baik dari internet, buku, teman bahkan mantan nasabah ku dulu saat aku kerja di bank yang lebih dulu memiliki bisnis travel sudah tahunan.  Akhirnya aku pun bertemu dengan beberapa relasi dari travel agen, yang bersedia menjadi partner ku juga, Alhamdulillah dalam waktu beberapa bulan saja sudah kembali modal, aku tidak menduga karena pengetahuan tentang Tour & Travel adalah " NOL " , dulu aku kuliah jurusan Public Relations , ber tahun-tahun aku bekerja di Bank.
Karena mungkin suami melihat keseriusanku ini, dia menawarkan diri sebagai marketing dari usaha kami hehehehe karena aku belum mampu membayar banyak karyawan.
Order pun mulai berdatangan, dan isnyaallah dalam waktu dekat kami akan mencari tempat untuk usaha kamiyang lebih besar, agar para rekanan dan customer dapat dengan mudah mengunjungi kami.




Resaign jadi pegawai membuat aku lebih kreatif ^_^

 Setelah melihat Khansa terbaring berhari - hari di ruang PICU, Akhirnya aku putuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan, Aku ingin sekali mengawasi anakku, lebih mencintainya dan ingin selalu didekatnya ( mungkin semua ibu juga ingin seperti yang aku mau )..

Untuk masalah finansial pasti dampaknya lumayan, namun yang membuat hati sedikit tenang suamiku bekerja pada salah satu instansi pemerintahan, walaupun kata orang gaji nya tertakar tetapi insyaallah semua biaya hidup sudah ditanggung, alhamdulillah ;) dan sekarang pemerintah sudah jauh memperhatikan hidup keluarga dari para pegawainya.. ^_^

Tetap Semangat !!!! Bismillah,,,
Berdo'a, berusaha, tidak menyerah .. Suami pun mulai membantu menyemangatiku dan percaya Allah akan memberi keluarga kecil kami rezeki, Rezeki dari Allah tidak akan pernah tertukar..Dan akhirnya aku diberikan pekerjaan untuk membantu pekerjaan adminisrasi milik rekanannya, bekerja nya dari rumah, diruang kamar yang aku sulap jadi tempat kerja juga, pendapatannya lumayan bahkan hampir sama dengan gaji ku dulu.. :) ( Allah memberiku pintu rezeki halal )..


Setiap kali suami ku ada waktu libur,kami selalu menyempatkan pergi bertiga, aku, ayah dan Khansa..Kami berlibur tidak jalan - jalan ke Mall, atau ketempat rekreasi, melainkan menyusuri jalan, pemukiman, wisata kuliner bahkan toko buku untuk membaca buku buku pemasaran dan kewirausahaan.
Alhamdulillah,,cukup menghibur :)

Dari kegiatan itulah kami mendapat banyak bertemu relasi, dan tali silahturahmi membuka Rezeki :)


Jumat, 17 April 2015

Ulang Tahun Khansa ke - 1 Tahun

Sebagai Rasa syukur kepada Allah SWT atas kesembuhan Khansa dari sakit, aku dan suami mengadakan acara Ultah Khansa yang ke - 1, berbagi dengan anak anak yatim dan bersama - sama teman sebaya Khansa dilingkungan rumah orang tua ku di Tebet. Berkumpul bersama saudara dan keluarga adalah waktu yang menyenangkan...

Berhubung Khansa Ultah pas banget di bulan Ramadhan dan menjelang idul fitri 2014, akhirnya aku undur deh Acara Ultahnya, Khansa aku bawa mudik ke Pacitan dan Wonogiri dulu ^_~

Acara Ultah Khansa akhirnya kami adakan tanggal 17 Agustus, sambil menunggu saudara dan tetangga pulang mudik...

Seneng rasanya berbagi kebahagiaan serta rezeki bersama anak - anak yatim dan handai taulan. Acara nya sih sederhana saja..

1. Acara nya dirumah saja, yang mendekor ruangan ayah nya khansa dan eyang akungnya ^_^, aku beli balon - balon, wallsticker Princces, juga hiasan dinding yang ada tulisannya selamat ulang tahun, aku dan suami belanja berdua di Asemka, hemm..banyak yang bagus dan lucu, harganya sangat terjangkau :)

2. Untuk goodie bag nya aku juga beli di Asemka walaupun aku belinya murah meriah tapi cari produk yang aman jika di gunakan untuk anak - anak ( biasanya ada tanda nya gitu di produk nya ). Waktu aku beli tempat makan dan tempat minum warna warni..kenapa tempat makan dan minum ? Simple..Khansa dan teman - temannya masih di bawah 4 tahun, jadi berguna untuk digunakan heheheheh ^_^ . Jadi Isiannya paket tempat makan dan minum ditambah snack ringan









 3. Untuk Makanan nya aku pesan paket nasi KFC ( KFC Gelael Tebet ) saja, untuk menghemat waktu
 4. Kue Ultah nya aku pesan dari dapur cokelat ( kesukaan bundanya sih ^_~ ) dan kue Ultah yang aku pesan dari Toko kue Mayestik terdekat dari rumah, kue nya ada hiasan hello kitty nya

5. Teman teman khansa yang dateng aku bagikan potongan kue yang aku pesan dari dapur cokelat, dan untuk ibu - ibu nya yang nganter aku sediakan minuman dan kue - kue tradisional

6. saudara - saudara yang dateng sama juga pada makan nasi paket KFC, hehehehe
7.acara nya seru karena ada games yang sudah dipersiapkan sama MC dari KFC
8. Foto bersama badut KFC adalah yang ditunggu sama anak - anak














Kamis, 16 April 2015

Thanks Allah SWT ^_~ and Thanks dr. Johannes Edwin, Sp.A

Semenjak Khansa di rawat di RS, aku mempercayakan anakku di tangani oleh dr. Edwin, karena dokterrnya ramah, dan yang pasti nggak pernah nakut-nakutin aku, mungkin karena sudah terbiasa sejak Khansa lahir ...
2 hari berada diruang perawatan VIP rumah sakit, trombosit Khansa terus turun, segala upaya aku lakukan, mulai dari saran dokter dan para perawat hingga cara tradisional memberinya banyak minum, jus Jambu dan madu sari kurma ( yang katanya mamah cepat menaikkan trombosit ), tetapi dokter sudah menjelaskan demam berdarah dengue di hari 1 sampai hari ke 4, trombosit akan terus menurun walaupun suhu badannya kembali normal. 

Rabu pagi dihari ke 3 Khansa di rawat keadaannya sempat menurun, dokter-dokter yang bekerja  di RS tersebut serta perawat sangat ekstra memberi perhatian, selalu dikontrol kondisinya tiap jam, bahkan setiap 6 jam sekali khansa di cek darah hasilnya langsung diberi tahu aku dan suami.. kepala dokter disana dr.Gultom, juga sangat memperhatikan perkembangan kesehatan anak kami..

Sampailah khansa harus di rawat di ruang PICU  (Pediatric Intensive Care Unit) karena menurut keterangan dokter trombosit semakin menurun sampai dengan 5.000 dan denyut nadi khansa semakin melemah. Kedua mata Khansa hanya terpejam, anakku tidak berdaya 

Yang terfikirkan oleh ku dan suami PICU sama saja dengan ICU... ternyata tidak juga.http://lifestyle.okezone.com/read/2014/02/19/483/943249/anak-masuk-picu-jangan-cemas ..Karena panik melihat anakku , suami bilang aku sempat pingsan.. hehehe padahal badan ini sudah mulai membesar semenjak hamil ^_~

di ruang PICU peralatannya lebih lengkap dan hanya petugas perawat dan dokter saja yang boleh masuk, ruangannya lebih steril dan bersih. keluarga hanya bisa melihat pasien dari kaca, hanya orang tua yang boleh masuk disaat jam besuk. Sehingga proses penyembuhan pasien semakin cepat.

semua yang terbaik sudah dilakukan oleh para dokter dan perawat, ikhtiar ku dan suami sebagai orang tua, berdo'a tanpa henti, bersedekah dan bersujud kepada Allah SWT memohon ampun atas segala khilaf ( pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah SWT )

hari kamis malam jam 21.00 Wib setelah hasil cek darah keluar, aku dan suami dipanggil dokter ruang PICU dan  alhamdulillah, trombosit (http://www.pengertianahli.com/2014/09/pengertian-trombosit-dan-fungsi.html#_) dan hematokrit (http://kamuskesehatan.com/arti/hematokrit/) sudah mulai normal. 
Akhirnya hari jum'at sore Khansa di pindah ke ruang perawatan umum kembali, dan hari sabtu siang setelah hasil pengecekan lengkap dan dinyatakan sudah sehat Khansa sudah bisa dibawa pulang ke rumah.

Makasih ya Allah :) 

Makasih dr. Edwin Sp.A, orang tuaku, mertua, saudara - saudara, rekan-rekan ayah, Komandan Ayah Bapak. syamsurizal dan istri, Bapak Cipto dan istri, Om furqon dan yang nggak bisa disebut satu per satu...

Terimakasih RSIA Bunda Aliyah

Saat Khansa terbaring di Tempat tidur Ruang PICU


 



Tengah Malam pukul 23.00 Si mengil ku bawa ke RS

Anakku usia 10 bulan


Air mata nggak bisa aku sembunyikan, bahkan saat masuk ke ruang IGD RSIA Bunda Aliyah, aku sudah terbiasa dengan keadaan RS itu, karena sejak Khansa di dalam kandungan, di lahirkan bahkan imunisasi selalu di RS tersebut..
dr. Steve yang kami jumpai pertama di Rs ( dokter jaga malam itu ), dokternya masih muda dan ramah. setelah pemeriksaan, menyodorkan hasil cek Laboratorium, dan cek darah ulang, anakku khansa yang berusia masih 10 bulan untuk pertama kali ditusuk jarum infus ;(;( tangisnya membuat dadaku sesak....
Akhirnya malam itu khansa menginap di RS....

Saat Demam berdarah Dengue ( DBD ), menyerang si Mengil

Nampaknya di hari minggu sore , suami ku yang awalnya tenang, sudah terlihat panik..
Suami mengajakku untuk melakukan cek darah terhadap Khansa secepatnya...
Aku mencari informasi melalui internet , melalui googling kami mengetahui agar kami membawa Khansa ke Laboratorium khusus anak Prodia Child Lab yang beralamat di Jl. Kramat Raya No. 53 Kenari Senen Jakarta Pusat DKI.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari googling juga  kalau hari minggu Laboratorium nya tutup. Akhirnya kami mendatangi Laboratorium Prodia yang berada di kawasan Tebet, disana pun tutup, namun Security yang berjaga memberi informasi bahwa Laboratorium yang buka 24 Jam termasuk hari sabtu - minggu adalah Labaoratorium Prodia yang berada di RSIA Bunda Menteng.
Meluncur lah kami kesana ( Aku, suami, orang tua dan adikku ), ternyata benar..saat kami tiba disana sekitar pukul 19.00 Wib, pelayanan masih dibuka ( Bersyukur :) )..
Pelayanannya ramah sekali :) walaupun sempat kesulitan pada saat proses pengambilan darahnya si Mengil :( darahnya sangat kental kata salah satu pegawai Laboratorium, tetapi para pegawainya tidak membuat ku panik, penyampainnya sangat ramah,,aku sempat menangis...
dan aku disarankan untuk memberi cairan ( susu ) Khansa yang banyak,,, ( Aku memberi Khansa ASI hanya 6 bulan karena air ASI ku semakin sedikit )
Alhamdulillah, darah Khansa sudah bisa diambil...
kami disarankan untuk menggunakan pengecekan darah jenis ..
Dengue NS1 Antigen yaitu Pemeriksaan terhadap antigen non struktural-1 dengue (NS1) dapat mendeteksi infeksi virus dengue dengan lebih awal dari pemeriksaan antibodi dengue, dan bahkan dapat terdeteksi pada hari pertama mulai demam. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada penderita demam yang disertai dengan gejala klinis infeksi virus dengue pada hari 1-3 mulai demam. Bila hasilnya negatif tetapi gejala infeksi virus dengue menetap, dianjurkan untuk periksa Anti-Dengue IgG & IgM, serta hematologi rutin.Manfaat pemeriksaan adalah Mendeteksi awal adanya infeksi virus dengue yang dapat menyebabkan demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome. http://www.prodia.co.id/ProdukLayanan/PemeriksaanLaboratoriumDetails/Dengue-NS1-Antigen

Setelah 1 Jam menunggu....Ya Allah...benar adanya hasil pengecekan darah trombosit Khansa sudah menurun sekitar 90.000 ( detailnya aku lupa ) dan aku sangat awam dengan dunia kedokteran seperti ini..
Yang aku tahu pegawai Laboratorium menyarankan agar Khansa secepatnya di bawa Ke RS..


Cinta bunda sepanjang masa :)

Beberapa bulan menjelang Ulang tahun anakku Khansa yang Ke -1, tepatnya sekitar bulan Mei 2014, jiwa ku sebagai bunda benar - benar di uji.

Saat itu aku masih berstatus sebagai Karyawati Outsourching di Salah Satu Bank Swasta Asing di Jakarta, alhamdulillah semenjak menikah suami tidak pernah membatasi kegiatan ku untuk bekerja begitupun setelah kami memiliki anak karena semenjak aku kuliah dulu, aku bekerja sambil kuliah. 
walaupun masih karyawan Outsourching aku enggan meninggalkan pekerjaan ku karena sejak kuliah aku sudah bekerja di Bank, alhamdulillah secara materi , aku bersyukur karena Allah memberi cukup.
Tetapi apakah kesenangan duniawi cukup membuat ku bahagia ? tentu tidak :)
Semenjak aku dipindah bagian ke bagian Back Office aku sering lembur pulang malam, bahkan hari sabtu pun terkadang masih ada lembur. Suami ku yang sering berkorban untuk meluangkan waktu buat Khansa.

Alhamdulillah aku masih punya orang tua yang masih sehat dan bisa membantu ku dan suami untuk menjaga dan mengasuh Khansa dirumah, aku dan suami belum terlalu percaya dengan pengasuh oleh karena itu aku memutuskan untuk tinggal dirumah orang tua ku agar pengasuh Khansa bisa diawasi..

Jum'at malam di bulan juni setelah aku pulang kerja di jemput oleh suami, aku melihat sosok mengil ( panggilan kesayangan untuk khansa ) sudah tertidur pulas..Setelah berberes diri, langsung aku cium - cium anakku.

Tengah malam aku terbangun dan melihat suami ku sedang sibuk dengan kompresan dan Thermometer, ternyata suhu badannya Khansa tinggi, panasnya sudah mencapai 39 derajat.
Keesokan harinya hari Sabtu, aku dan suami membawa anakku ke RS tempat dia aku lahirkan, dokter yang biasa menangani anak kami sejak lahir tidak ada jadwal praktek di hari sabtu, hanya senin sd jum'at. Khansa ditangani oleh dokter specialis anak lainnya, beliau menawarkan agar khansa diberi obat penurun panas melalui anus, aku sempat menolak dengan alasan nggak tega .... :(
akhirnya kami pulang dan diberi resep yang kami tebus di apotek RS.

Sabtu malam, panasnya nggak turun - turun akhirnya aku bawa ke dokter specialis ( beliau dokter senior langganan saudaraku ) terdekat dari rumah di kawasan Tebet juga, diantar oleh mamahku, saudaraku dan anaknya.

Suhu panas khansa semakin tinggi karena mencapai 41 derajat, aku benar - benar lemas tahu itu. Dokter Hartati ( namanya kalau aku tidak salah ) memberi aku dan suami ku resep untuk ditebus tetapi sebelum kami meninggalkan rumahnya dokter tersebut, beliau menghimbau kami agar waspada terhadap DBD. 

deggg !!! ketakutanku menjadi -jadi...

Aku dan suami menebus resep tersebut namun beberapa Apotek besar sedang kosong ( ternyata obat tersebut racikan ), setelah berkeliling wilayah Tebet akhirnya kami memutuskan untuk mendatangi Apotek RS TEBET..alhamdulillah disana tersedia Obat yang kami cari...
Setelah jam 09.00 malam Khansa minum obat dan dia tertidur, panasnya mulai menurun, aku dan suami sangat bersyukur... Tetapi sekitar jam 03.00 dini hari panasnya kembali ke 40 derajat, aku dan suami berusaha tenang dan tidak panik...

Minggu pagi diantar oleh orang tuaku serta adikku, aku dan suami kembali mendatangi RS tempat anakku lahir, disana kami berjumpa dengan dokter jaga...
Setelah ditangani Khansa suhu badannya kembali ke 38 derajat, dokter memutuskan bahwa Khansa di bawa pulang, jika panasnya belum turun dihari ke 3, maka harus cek darah..
 Dan kami pun pulang kerumah dengan hati was - was dan takut :(

Minggu pagi suhu panasnya Khansa adalah panas di hari ke 2 ..